Keistimewaan Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril

 Berikut Ini Keistimewaan Hadis tentang Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Jibril

Banyak ulama yang menulis kitab berisi penjelasan tentang hadits ini. Ilustrasi: Ist
Hadis tentang dialog Nabi Muhammad SAW dengan malaikat Jibril tentang Islam, Iman, Ikhsan, dan hari kiamat, diibaratkan Ibnu Daqiq al-‘Id sebagai induk bagi sunah sebagaimana surat Al-Fatihah disebut induk Al-Qur’an karena menghimpun makna-makna Al Qur’an .

"Hadis ini sangat agung, menghimpun semua tugas dan amalan yang lahir dan batin. Semua ilmu syariat bertumpu dan menginduk padanya karena mengandung kumpulan ilmu sunah," ujarnya dalam kitab Syarh al-Arba‘in an-Nawawiyyah li-Ibni Daqiq al-‘Id.

Begini bunyi hadis dari Umar bin Khattab ra tersebut. Umar bin Khattab bercerita: Suatu hari, kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba datang kepada kami seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya lagi sangat hitam rambutnya. Tidak terlihat padanya bekas atau tanda-tanda safar. Tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Orang tersebut duduk dekat Nabi SAW, dia menempelkan lututnya dengan lutut Nabi SAW, lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya.

Dia berkata: “Wahai Muhammad, kabarkan kepada saya tentang Islam!”

Rasulullah SAW menjawab: “Islam adalah engkau bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, mengerjakan puasa Ramadhan, dan melaksanakan haji ke Kakbah kalau engkau memiliki kemampuan.”

Dia berkata: “Engkau benar.”

Kami pun heran padanya, dia bertanya tetapi juga membenarkan.

Dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang Iman!”

Nabi SAW menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik maupun takdir buruk.”

Lalu dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang Ihsan!”

Nabi SAW menjawab: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”

Dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang hari kiamat!” Nabi SAW menjawab: “Tidaklah yang ditanya lebih tahu tentangnya daripada yang bertanya.”

Dia berkata lagi: “Kabarkan kepada saya tentang tanda-tanda kiamat!”

Nabi SAW menjawab: “Ketika seorang budak melahirkan tuannya dan engkau mendapati seorang yang tak bersandal dan tak berpakaian lagi miskin pengembala kambing berlomba-lomba dalam bangunan.”

Kemudian orang itu pergi dan saya berlangsung beberapa waktu, kemudian Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang datang bertanya tersebut?”

Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

Beliau bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (HR Muslim)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga mengatakan bahwa hadis ini menghimpun berbagai macam ilmu, adab, dan mutiara agama bahkan fondasi dasar agama Islam.”

Sedangkan Ibnu Rajab dalam Jami‘ al-‘Ulum wa-al-Hikam berkata: “Hadis ini sangat agung, mencakup penjelasan pokok-pokok agama secara sempurna. Oleh karenanya, di akhir hadis, Nabi SAW bersabda: “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kepada kalian.”

Hal lain yang menunjukkan keistimewaan hadis ini juga adalah banyaknya para ulama yang menulis kitab berisi penjelasan tentang hadits ini, seperti Nu‘man ath-Thursusi, Thahir bin Husain, Muhammad bin Khalifah, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, Syaikh Shalih al-Fauzan, Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad, dan lain-lain.

(mhy)
Miftah H. Yusufpati

No comments: