Izzudin Al Qassam, Sosok yang Diabadikan Jadi Nama Sayap Militer Hamas

 Mengenal Izzudin Al Qassam, Sosok yang Diabadikan Jadi Nama Sayap Militer Hamas

Izzudin Al Qassam adalah seorang tokoh Islam yang berjuang melawan penjajahan dan Zionisme di Suriah dan Palestina pada awal abad ke-20. Ia lahir pada tahun 1882 di Jableh, Suriah, yang saat itu masih bagian dari Kesultanan Utsmaniyah. Foto wikipedia
Izzudin Al Qassam merupakan sebuah nama yang diabadikan menjadi nama sayap Militer Hamas. Nama pasukan Hamas tersebut adalah Brigade Al Qassam yang dikenal kuat dan pemberani.

Brigade Al Qassam merupakan pasukan bersenjata Hamas yang beroperasi di Jalur Gaza, Palestina. Mereka bermarkas di beberapa lokasi rahasia yang tersebar di seluruh wilayah Gaza.

Meski bukan nama baru, nama tokoh Izzudin Al Qassam kerap disebut ketika pasukan hamas itu memperoleh kemenangan. Lantas, siapa Izzudin Al Qassam itu? Berikut ulasannya.

Mengenal Sosok Izzudin Al Qasam

Izzudin Al Qassam adalah seorang tokoh Islam yang berjuang melawan penjajahan dan Zionisme di Suriah dan Palestina pada awal abad ke-20. Ia lahir pada tahun 1882 di Jableh, Suriah, yang saat itu masih bagian dari Kesultanan Utsmaniyah.

Izzudin Al Qassam aktif dalam gerakan nasionalis Suriah yang menentang penjajahan Prancis dan Inggris yang membagi-bagi wilayah Arab setelah Perang Dunia I. Ia bergabung dengan kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Ibrahim Hananu dan berperang melawan pasukan Prancis di Suriah utara pada tahun 1919-1920.

Di Palestina, Izzudin Al Qassam menyaksikan penindasan dan pengusiran yang dialami oleh rakyat Palestina akibat imigrasi dan kolonisasi Yahudi yang didukung oleh Inggris. Ia merasa terpanggil untuk membela tanah suci dan hak-hak rakyat Palestina.

Ia kemudian mendirikan organisasi rahasia yang disebut Tangan Hitam, yang terdiri dari para pemuda Muslim yang berkomitmen untuk berjihad melawan penjajah. Ia juga membentuk kelompok gerilya yang melakukan serangan-serangan terhadap sasaran Inggris dan Yahudi.

Pada tahun 1935, Izzudin Al Qassam dan kelompoknya melakukan serangan terhadap sebuah konvoi Inggris di dekat Jenin, Palestina. Serangan itu menewaskan seorang polisi Inggris dan melukai dua orang lainnya.

Akibatnya, Inggris melancarkan perburuan besar-besaran untuk menangkap atau membunuh Izzudin Al Qassam. Setelah beberapa hari bersembunyi di sebuah gua, Izzudin Al Qassam dan beberapa pengikutnya dikelilingi oleh ratusan tentara Inggris.

Dalam pertempuran itu, Izzudin Al Qassam gugur sebagai syuhada pada tanggal 20 November 1935. Pengikutnya yang selamat ditangkap dan dihukum mati oleh Inggris.

Kematian Izzudin Al Qassam menimbulkan gelombang kemarahan dan kesedihan di kalangan rakyat Palestina. Ia dianggap sebagai pahlawan dan martir yang berani mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela tanah suci dan bangsanya.

Jenazahnya dimakamkan di Nazlet Zeid, dekat tempat ia gugur. Makamnya menjadi tempat ziarah bagi banyak orang yang menghormati perjuangannya dan namanya diabadikan dalam pasukan militer Hamas.

(wid)
Amien Nulloh Ibrohim

No comments: